Hi...WELCOME TO MY SITE ^^, GREAT ARTICLE HERE !!! FOLLOW AND JOIN MY SITE ^ ^

Rabu, 04 Februari 2026

Bab IV: Hujan di Ujung Sore Itu

 Hujan turun tiba-tiba di ujung sore itu. Tanpa aba-aba, tanpa mendung yang serius. Seperti kenangan yang datang tanpa diundang.

Aku sedang berdiri di depan warung kecil, tak jauh dari taman yang dulu sering kami datangi. Payung lusuh bergantung di pinggiran pintu, dan si ibu penjaga warung hanya mengangguk ketika aku meminjamnya tanpa kata.

Aku tidak tahu kenapa langkahku membawaku ke tempat ini. Mungkin kaki memiliki ingatan yang tidak bisa dijelaskan oleh logika. Sama seperti hatiku.

Saat melangkah ke tengah taman, air hujan menyiram rambut dan bajuku. Tapi anehnya, aku tidak merasa basah. Aku merasa... kosong. Kosong seperti bangku taman di sudut sana—yang biasanya kau duduki sambil menyodorkan kopi instan dan bercerita soal dosenmu yang terlalu banyak memberi tugas.

Waktu itu, kau tertawa keras. Matamu menyipit, suaramu pecah di ujung. Dan aku selalu mengira tawa itu akan bertahan lama. Tapi ternyata, waktu juga bisa mencuri suara.

Sekarang, hanya ada rintik hujan yang jatuh di tanah merah. Dan bangku yang dingin.

Aku duduk di sana, meski celanaku basah. Ada sesuatu yang sesak, namun tidak bisa aku tangisi. Barangkali ini yang disebut orang-orang sebagai rindu yang sudah melewati batas wajar.

Rindu yang tidak minta dibalas.

Hanya diam. Hanya duduk. Hanya mengingat bahwa pernah ada seseorang yang duduk di sini, yang berkata,
"Kita nggak tahu ya, siapa nanti yang akan benar-benar kita nikahi. Tapi aku tahu, kalau hari ini aku mencintaimu."

Dan ternyata... hari itu sudah pergi. Bersama kamu. Bersama kemungkinan-kemungkinan yang tidak lagi kita genggam.

0 comments:

DO LEAVE A COMMENT, THANK YOU FOR VISITING.. HAVE NICE DAY ^ ^